Pendadaran Bekal Mahasiswa Fahum Terjun Ke Masyarakat

Written by Tia, Ika on .

UMSU, teropongumsu.com - Fakultas Hukum (Fahum ) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan pendadaran sebagai pembekalan mahasiswa untuk terjun ke tengah-tengah masyarakat. Pendadaran tersebut mengambil tema Perlindungan Anak di Bawah Umur Terhadap Kejahatan Seksual. Pendadaran ini wajib dilalui mahasiswa Fahum semester VII.

Dekan Fahum, Ida Hanifah SH MHum mengatakan pendadaran merupakan bagian dari mata kuliah kemahiran hukum yang wajib diikuti mahasiswa semester VII, namun sudah mulai diinformasikan pada akhir semester VI. Pendadaran tersebut sebagai bekal mahasiswa hukum untuk memberikan penyuluhan hukum ke masyarakat.
“Jadi itu penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat, sekolah-sekolah, organisasi-organisasi, pengajian-pengajian,” katanya saat diwawancarai, Kamis (12/6).

Dalam pendadaran ini, lokasi penyuluhan dicari sendiri oleh mahasiswa bersangkutan. Pihak Fakultas tidak memberikan biaya operasional demi terselenggaranya pendadaran tersebut.
“Mereka diutus secara berkelompok dengan tujuan lokasi didalam maupun diluar kota. Tergantung kemampuan mereka. Dan mereka sendiri yang mencari sekolahnya. Dengan sumberdana dari pribadi mereka. Penghargaan diberikan oleh mereka untuk sekolah yang mereka kunjungi. Dengan biaya dari mereka juga.

Salah satu mahasiswa hukum semester VI, Junaidi Lubis mengatakan bahwa mahasiswa dari Fahum ditunjuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang hukum. “Sekarang persiapannya mencari sekolah yang mau menerima surat kami. Perintah dari fakultas ada dua bisa ke sekolah-sekolah dan pengajian-pegajian,” katanya.
“Harapan saya dengan adanya pendadaran hukum ini semoga banyak yang dapat mengerti tentang apa yang kami sampaikan dan membawa perubahan yang lebih baik,” lanjutnya.

UMSU Tak Terlibat SBMPTN 2014

Written by Mikrayana, Kusma on .

UMSU, teropongumsu.com - Universitas Muhammadyiah Sumatera Utara tidak menjalin kerjasama dalam pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2014. Hal ni dikarenakan bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) yang sedang berlangsung.


Hal ini dikatakan oleh Yudi Siswandi SE MSi, Kepala Biro Administrasi Akademik, Sabtu (14/6). Pelaksanaan SBMPTN pada 17-18 Juni tersebut dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan UAS yang telah dipercepat sebelumnya.

“Tahun ini gedung UMSU tidak dipakai untuk ujian SBMPTN pada tanggal 17-18 Juni mendatang karena kita mempertimbangkan kalau kita sedang melaksanakan UAS yang waktunya dipercepat. Mengingat sudah mendekati bulan puasa jadi gak ada waktu lagi untuk itu,” katanya.

Yudi menambahkan untuk tahun ini universitas lebih mengutamakan kepentingan internal sehingga pelaksanaan UAS akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kita tidak ingin mengganggu ujian semester yang kita adakan karena kita lebih memilih kepentingan kita. Jadi kalau dipakai seperti tahun sebelumnya seluruh fakultas sudah diperingati untuk persiapannya dan diberitahukan kepada seluruh mahasiswanya masing-masing, dan untuk sekarang tidak ada pemakaian gedung, dan tidak ada pemberitahuan, kita tetap ujian semester seperti selayaknya” tambahnya.

Pemimpin Bagai Wayang tak Bertuan

Written by Ramayani, Ayu on .

Umsu,teropongumsu.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sisi ( Tesis ) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU ) mengadakan acara Panggung Karya Sisi ( PAKARSI ) di Pendopo Hukum UMSU. Acara ini mengusung tema Wayang tak bertuan, Kamis (8/5).


Sebagaimana yang diungkapkan Ketua panitia, Fazar Azhari. Tema wayang tidak bertuan ini diangkat karena sedang hangat-hangatnya pembicaraan seputar politik, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. Makna wayang dalam tema tersebut melambangkan wakil rakyat. “Di sini kami menganggap wakil rakyat itu adalah sebagai wayang,

wayang yang tidak bertuan. Dia punya peran, tapi perannya itu selalu tidak mereka kerjakan dengan rasa tanggung jawabnya. Mereka mengabaikannya dan selalu melupakan peran mereka sebagai wakil rakyat dan janji-janji mereka juga sebelum Pileg. Mereka punya peran, tapi tidak tahu perannya apa, itu berarti mereka tidak bertuan. Padahal mereka sudah diamanahkan,” ungkapnya.

Ketua UKM Tesis, Zulhadi Syafwan menambahkan tujuan dari diadakannya PAKARSI dengan tema wayang tak bertuan agar masyarakat UMSU, khususnya mahasiswa lebih mengetahui dan yakin ada sebagian dari para Calon Legislatif (Caleg) yang bagus, serta diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik. “Kita ingin menunjukkan kepada kawan-kawan bahwa caleg-caleg itu ada sebagian yang bagus, itu mungkin beberapa persen. Aku yakin ada yang bagus. Mungkin Berapa persennya itu tidak memenuhi syrat dari kita. Jadi kita ingin menunjukkan kepada kawan-kawan bahwa seperti inilah gambaran caleg-calerg itu. Jadi harapannya kawan-kawan juga sadar nanti kedepannya. Biar kalau ada yang jadi caleg kedepannya bisa berubah. Tidak seperti yang kemarin-kemarin”, tambahnya.

Salah seorang penonton dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( FISIP ), Syahputra Ramadhan mengatakan adapun hikmah yang dapat diambilnya sebagai mahasiswa lebih pedulilah terhadap dunia politik dan pendidikan, jangan mau di bodoh-bodohi. “Ya sebagai mahasiswa kita harus lebih peduli dengan dunia politik dan pendidikan. Jangan hanya tahu dunia kehidupan kampus saja. Wayang tak bertuan ini seperti dimana ada negara yang di pimpin oleh seseorang. Tapi pemimpin itu tidak bertanggung jawab. Nah Sebagai mahasiswa yang sudah dikatakan maha, berarti lebih dari siswa. Jadi mahasiswa itu harus lebih mengetahui politik itu seprti apa, jangan sampai bisa di bodoh-bodohi”, katanya.

 

Gebyar Immawati Diharapkan Jadi Proses Pembelajaran

Written by Mikrayana Ujung on .

UMSU,Teropongumsu.com-Wakil Rektor (WR) III Universitas Muhamammadiyah Sumatera Utara (UMSU), M.Arifin Gultom SH MHum berharap agar kegiatan tahunan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) jadi proses pembelajaran dan membawa dampak positif bagi para kader maupun mahasiswa.

”kalian merupakan mahasiswa yang mempunyai intelektual untuk bergabung dengan masyarakat  maka dari itu jadikan lah kegiatan-kegiatan yang seperti ini  menjadi proses pembelajaran selain dari  perkuliahan.”harap WR III, Senin (5/5).

Ketua Bidang Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) IMMAWATI, Mitra Sami Gultom SE dalam sambutannya mengatakan kegiatan sangat mendukung kreativitas kader khususnya immawati. “Seorang IMMAWATI itu tidak harus berdiam diri rumah, namun seorang IMMAWATI juga haruslah mempunyai sikap kritis ,cakap dan takwa kepada Tuhan serta mempunyai sikap humanitas yang tinggi”ujarnya.

Dalam sambutannya Ketua panitia (GEBYAR IMMAWATI) mengatakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh IMM UMSU bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi diantara IMMAWATI (wanita), sekaligus menjadi media untuk menunjukkan kemampuan serta bakat para kader-kader. “seperti  tema yang kita buat Mengekspresikan bakat dengan menyatukan langkah immawati sejati untuk mempererat ukhuwah islamiyah dalam Gebyar immawati.”katanya.

”Gebyar IMMAWATI ini akan dilaksanakan selama 3 hari berturut, dimulai dari hari ini (senin) sampai hari rabu. Acara ini akan di isi dengan  beberapa kegiatan seperti  syahril Qur’an,cerdas cermat,donor darah,IMM mencari bakat (IMB),dan Seminar,”tambahnya.

 

 

 

Syarat Tegas, Peserta Ujian Susulan Menurun

Written by Ramayani, Wahyu Saputra on .

Umsu,teropongumsu.com-Setelah diberlakukannya persyaratan ujian susulan di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( Fekon-UMSU), sudah dua tahun terakhir jumlah pesertanya menurun.


 “Selama ini di Fakultas kita yang ikut ujian susulan banyak dan sangat membludak. Jadi itu kita lakukan evaluasi, ternyata banyak mahasiswa kita ini ketika melihat soal itu tidak mampu, lalu dia keluar ditinggalinya itu. Trus ikut nanti ujian susulan”, ujar Dekan Fekon-UMSU, Zulaspan Tupti SE Msi.


Ketidakmampuan mahasiswa untuk menjawab  soal-soal ketika ujian dan memilih untuk mengikuti ujian susulan dikarenakan tidak pernah atau sering tidak hadir dalam proses perkuliahan. Setelah dilakukan evaluasi terkait ketidakwajaran jumlah peserta ujian susulan ini, mulai diberlakukan absen sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian susulan. “kita minta absennya karena banyak juga mahasiswa yang nggak ada masuk kuliah, nggak tahu materinya apa. Begitu nampak soal ujian nggak dapat, lantas ikut ujian susulan”, tuturnya.


Ia juga mengungkapkan dugaan ini berawal dari banyaknya jumlah peserta akibat tidak adanya pemeriksaan persyaratan mengikuti ujian susulan. “Jumlah mahasiswa yang mengikut ujian susulan yang paling membludak itu dua tahun yang lewat. Itu ada 500 orang dengan mata kuliah yang berbeda-beda. Ya, itu karena absen nggak kita priksa, apa pun itu nggak ada kita priksa”, ungkapnya.


 “Begitu kita berlakukan absen dan pemeriksaan yang cukup ketat terkait persyaratan mengikuti ujian susulan setelah  2 tahun yang lewat, hampir 60 % berkurang jumlahnya. Paling hanya 150 orang dan paling maksimalnya 200 orang.  Artinya apa, banyak juga mahasiswa-mahasiswa kita ini yang hanya datang waktu ujian itu saja. Lagi pula SPP diujian susulan nggak begitu ketat. Coba bayangkan misalkan pegawai kita hanya 12 orang, yang harus di awasi 150 orang. 15 kelas dengan mata kuliah yang berbeda. Kemudian berita acaranya berbeda, soalnya juga berbeda. Dengan 10 ribu tadi. Nah inilah yang menjadi problem”, tuturnya.

Minimnya Kesadaran Mahasiswa Terhadap Peraturan Pepustakaan

Written by Ramayani, Ryvani on .

UMSU,Teropngumsu.com-Akibat kurang terkontrolnya peraturan yang berlaku di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU ) banyak mahasiswa yang melanggarnya. Pasalnya mereka menganggap peraturan yang berlaku hanya sebatas selogan.


Ira Yunita, Salah seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU menjelaskan adanya mahasiswa yang melanggar peraturan seperti membawa makanan kedalam perpustakaan dikarenakan kurang telitinya pihak perpustakaan dalam hal pemeriksaan. “Orang nggak di periksa dengan teliti, ya bisalah mereka bawa masuk makanan. Orang kurang kontrol juga. coba kalau misalnya ada pemeriksaan sebelum masuk. Nah itu baru, saya acungi jempol. Pasti nggak ada yang  bawa makanan”, jelasnya.

Ira juga menyarankan sebaiknya peraturan yang sudah ada benar-benar diterapkan agar tidak hanya sekedar selogan. “Pertama, dari perpustakaannya itu sendirilah. Kalau bisa adalah orang yang benar-benar peduli terhadap selogan tu, jangan sampai hanya sekedar selogan saja. Nah kedua, manusia ini serba khilaf, bahkan gudangnya khilaf. Jadi jangan hanya dipersalahkan. Kami sebagai manusia hanya bisa diperingatkan. Kalau sudah bener-bener kami tau itu salah, pasti kami lakukan yang baik”, sarannya.


Terkait kurang telitinya pihak perpustakaan dalam hal pemeriksaan, Ira  mengungkapkan jika ingin benar-benar dilakukan pemeriksaan atau ada penjaga khusus yang benar-benar memeriksa sebelum masuk, ini akan lebih menyadarkan mahasiswa dalam mentaati peraturan yang ada. ”Kalau memang mau di jalankan, lebih baik di jalankan saja. Nggak usah terlalu di perketat pun nggak apa-apa. Kalau sudah ada penjaga yang khusus memeriksa pasti mahasiswa tahu. Diakan bukan anak kecil lagi, dilihatnya ada penjaga. Secara instingnya, o diperiksa ah nggak jadi lah. Dia pasti langsung berpikir gitu”, tambahnya.


Menanggapi hal ini ketua pengelolah perpustakaan, H Irfan Bustami SH MHum mengungkapkan permasalahan yang berkaitan dengan penerapan peraturan yang tidak memperbolehkan membawa makanan ke dalam perpustakan ini yang sangat sering dihadapi pihaknya. “Itulah yang kami hadapi satu tahun terakhir ini. artinya Bukan tidak ada peraturan. Peraturan itu ada. bukan berarti petugas atau karyawan itu membiarkan, itu juga tidak. Kita tetap melarang. Setiap  peraturan jelas tertulis diluar. Mahasiswa tidak boleh membawa makanan, apa pun bentuknya. Jadi memang kita nggak memperbolehkan itu”, ungkapnya.


Irfan sendiri mengaku pusing untuk mengadapi sikap mahasiswa yang membawa makanan tersebut. Dan menurutnya sikap-sikap tersebut ada unsur kesengajaan. “Kita sudah tegur berkali-kali dan berbagai macam cara juga sudah dicoba. Nah kami pikir ini sudah keterlaluan. Artinya bahwa apa begini model mahasiswa. Saya juga pernah bertanya pada kawan-kawan mahasiswa di dalam. Ini siapa punya. Artinya Kami tidak mengerti apa ini sengaja atau pura-pura  tidak tahu, atau seakan-akan memberitahu kami inikan ada tukang kebersihan. Nah kalau menurut kami ini disengaja. Jadi ada unsur kesengajaan bahwa dicoba-cobanya untuk mengotori dan sebagainya,” ujarnya.

FKIP Diharapkan Mampu Melaksanakan Empat Kompetensi Pendidikan

Written by Ramayani, Tia Sri Rezeki on .

UMSU,teropongumsu.com-Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (PK IMM FKIP UMSU) mengadakan orasi untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Orasi ini dilakukan di depan gedung FKIP UMSU, jumat (2/5).


Dodi Afrizaal F., sebagai koordinator aksi, mengatakan dalam rangka memperingati Hardiknas yang jatuh pada tanggal 2 Mei, PK IMM FKIP UMSU akan menggelar aksi damai. Dimana pada tanggal ini presiden RI ( Republik Indonesia) menetapkan sebagai tanggal untuk memperingati hardiknas, yang resmi dikukuhkan pada tanggal 28 November 1959 lalu. Hal ini dikarenakan pada tanggal 2 Mei ini adalah tanggal kelahiran Raden Soewardi Soerjaningrat ( Ki Hajar Dewantara ) pada tahun 1989 di Yogyakarta. Beliau adalah pahlawan pendidikan nasional. “Disini kami dari PK IMM FKIP UMSU mengajak kawan-kawan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan kita tersebut. Khususnya pahlawan pendidikan nasional”, katanya dalam orasi.


Selain itu Dodi juga mengorasikan bahwa pihaknya ( PK IMM FKIP UMSU ) mengajak mahasiswa lainnya untuk lebih mencintai dunia pendidikan dengan menunjukkan kepribadian yang layak sebagai calon pendidik yang berintelektual, mengubah cara berpakaian yangt sopan sesuai dengan ajaran agama islam, berprilaku yang mencerminkan intelektualitas dan religiulitas, mentaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan kampus, dan menjunjung tinggi martabat sebagai calon pendidik, serta menjunjung tinggi sopan santun dalam berprilaku terhadap sesama.
Dodi juga berharap agar mahasiswa FKIP lebih menjaga martabatnya sebagai calon pendidik, agar pendidikan di negara Indonesia lebih baik. “Harapan kami kedepannya semoga kawan-kawan mahasiswa yang ada di FKIP UMSU bisa menjaga martabat kita sebagai calon pendidik. Supaya kita bisa merubah genereasi penerus kita nantinya. Supaya pendidikan di negara kita bisa menjadi lebih baik ”, harapnya.


Diakhir orasinya Dodi menyebutkan selain kegiatan orasi ini, PK IMM FKIP UMSU akan mengumpulkan tanda tangan mahasiswa dan memberikan apresiasi bunga kepada pihak dekanat dan jajarannya yang ada di FKIP UMSU. “Disini kami akan melakukan seribu tanda tangan sebagai apresiasi kami, sebagai mahasiswa kepada pihak dekanat, dosen dan seluruh pegawai yang ada di FKIP UMSU atas kinerja dan jerih payahnya selama ini”, Sebutnya.


Menanggapi orasi yang dilakukan oleh mahasiswanya, Wakil Dekan (WD) I FKIP, Dra. Hj. Syamsu Yurnita mengatakan mudah-mudahan apa yang lakukan membawa dampak yang postif. semoga FKIP semakin maju, meningkat dan juga bisa melaksanakan pendidikan sesuai dengan empat kompetensi dalam undang-undang pendidikan itu sendiri. “Pertama kita bisa menjalankan empat kompetensi yang diharapkan dalam undang-undang pendidikan itu sendiri.Kita sebagai pendidik terutama kalian sebagai mahasiswa diharapkan memiliki nilai-nilai karakter. Ini adalah bagian dari pengaplikasian nilai-nilai karakter dan saya ucapkan terima kasih karena kalian telah peduli terhadap dunia pendidikan. Semoga kita bisa bekerjasama dalam memajukan dunia pendidikan,”ujarnya.

Agussani Jabat Dua Periode

Written by Salamun Nasution, Mara Penci on .

UMSU, teropongumsu.com - Dr. Agussani MAP kembali terpilih menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2014-2018. setelah dibacakan SK dan dilantik ia resmi menjadi rektor, Rabu (30/4).


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Prof Asmuni dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah  merekomendasikan untuk menjadi rektor di setiap universitasnya ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,  namun untuk UMSU hanya Dr Agussani MAP yang direkomendasikan. “Hanya satu yang diajukan maka terjadilah kemufakatan, Alhamdulillah kami rekomendasikan ke pimpinan muhammadiyah pusat kemudian di setujui,” ujarnya.

 

Ia juga berharap bahwa dengan terpilihnya Agussani akan ada pertambahan dana yang dilakukan untuk membantu kader ulama tarjih dan PWM sumatera utara dalam rangka amal usaha muhammadiyah. “tahun lalu Kader ulama tarjih dianggarkan 300 juta, PWM Sumatera Utara 500 juta, mudah-mudahan bantuan dananya 2 kali lipat,” harapnya.

Sementara itu, rektor UMSU, Dr Agussani MAP dalam kata sambutannya mengatakan dengan terpilihnya ia merupakan dukungan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat muhammadiyah maupun civitas akademik UMSU. “Pada saat ini saya diberikan amanah masa periode kedua. Saya menyadari tugas pada era kedua ini sangat berat, tapi berkat dukungan PP (Pimpinan Pusat) dan PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) saya yakin bisa,” Ujarnya.

Agussani menambahkan Ke depannya ia dihadapkan dengan akreditasi institusi yang deadline berkasnya sebelum Agustus 2014. “Ke depannya tantangan UMSU untuk meraih akreditasi institusi. Mudah-mudahan-mudahan kita bisa seperti Universitas Muhammadiyah Palembang yang mendapatkan akreditasi B,” tambahnya.

Agussani resmi menjadi Rektor UMSU setelah dibacakan SK dan dilantik pada Rabu (30/4) di auditorium UMSU.

Seminar Tax Center UMSU Hadirkan 498 Peserta

Written by khusma, Ayu W on .

UMSU-teropongumsu.com-Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) adakan TAX SMART CHALLENGE . Hal ini dilakukan untuk merealisasikan Program Kerja (Progja) Tax center, Selasa (28/4).

 Ketua jurusan(KAJUR) pajak  Jasman Sarifuddin SE MSi  mengatakan seminar yang diadakan di auditorium UMSU membahas tentang peraturan pemerintah yang berkaitan dengan pajak.  “Seminarnya tentang peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2013 tentang pajak Unit Mikro kecil Menengah.  Jadi yang punya penghasilan dibawah 4,8 milyar itu kan banyak ,” katanya.

Ia juga mengungkapkan acara seminar ini diadakan dalam rangka merealisasikan progja dari Tax Canter  yang dinaungi oleh Kantor Wilayah ( Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak  (DJP) Pusat. “Memang ini program kerja kita.  Jadi kita minta bantuan kepada mereka, supaya lebih segnifikan, untuk pematerinya dari Kanwil DJP  sumut I, dan  kita hanya sebagai fasilitator saja . Jadi untuk semuanya dari sana, juri Olimpiadenya dan soal-soal untuk olimpiadenya pun dari sana (Kanwil DJP  Sumatera utara),” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, kegiatan ini  dilakukan pertama  kali sejak Tax center dibentuk di UMSU dan peserta yang mengikuti  berasal dari sembilan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. “Ada Universitas Sumatera Utara, Universitas  Darma Agung, Universitas Prima Indonesia, Universitas Nomensen, kemudian Universitas Muslim Nusantara, Perguruan Tinggi  Ekonomi Harapan, dan ada Institut Agama Islam Negeri  Sumatera Utara,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar kedepannya acara ini menjadi lebih baik. “Alhamdulillah berjalan sukses, dan acara seminarnya itu kita enggak nyangka kita punya prediksi itu pesertanya 200 orang karena permintaan dari berbagai Perguruan Tinggi jadi pesertanya yang terdata itu 498 orang, termasuk anak UMSU . Harapannya untuk kedepan kalau  kita melakukan kegiatan harus lebih baik lagi dari ini, jika nanti ada permasalahan-permasalahan, kita perbaiki sehingga pelaksananya itu tidak lagi seperti ini. Kita punya target kemaren itu kan 2 hari, acara seminar 1 hari acara olimpiade 1 harian,” harapnya.

 

 

Kajur Matematika Optimis Peroleh Akreditasi A

Written by Ramayani, Mikra on .

UMSU,Teropongumsu.com - Ketua jurusan pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) optimis memperoleh nilai A. Banyaknya perubahan dan prestasi dapat dijadikan pertimbangan Badan Akreditaasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN PT).


 Prodi pendidikan matematika yang berhasil memperoleh akreditasi B pada tahun 2009 lalu akan berakhir pada 11 september 2014 ini. Indra Prasetia S.Pd, M.Si,. ketua jurusan prodi metematika menuturkan pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data untuk di serahkan ke BAN PT. “ berkas-berkasnya masih dalam  proses validasi. Dan secepatnya itu akan kita siapkan”,  tuturnya, kamis (24/4).  

Indra mengungkapkan optimis untuk memperoleh nilai A pada akreditasi prodi pendidikan matematika, melihat banyaknya poin-poin dalam berkas pengajuan  yang hampir terpenuhi kriterianya secara keseluruhan “ Optimis, karena melihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa, sarana dan prasarana yang sudah memadai dan dosen juga sudah kualifikasi kandidat doktor.  Syukur-syukur sebelum bulan 6 dan juga sebelum borang nanti sudah tamat,” ungkapnya.

Indra juga menambahkan prestasi-prestasi dilihat dari dosen dan mahasiswa matematika yang aktif dalam organisasi. “Dari dosennya, Kita sudah bergabung dalam  Himpunan Matematika Indonesia (Himatika). Itu untuk dosen bukan untuk kegiatan mahasiswa. Jadi itu lebih ke prodinya. Dan ada juga salah satu dosen kita bapak Irfan S.Pd, M.Si,. sebagai wakil gubernur Indo MS (Indonesian Mathematic Society ) wilayah sumatera utara. Sedangkan kalau untuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) matematika, sekarang kita sudah terdaftar sebagai anggota IKA Himatika Indonesia ( ikatan himpunan mahasiwa matematika indonesia ),” tambahnya.

Selain itu, Indra juga mengungkapkan prestasi lainnya, jika pihaknya juga pernah menyelenggarakan  seminar konferensi matematika yang menghadirkan empat pembicara dan tiga diantaranya dari luar negeri.“Jadi di seminar itu, prodi pendidikan matematika UMSU sebagai pihak penyelengaranya dengan nama kegiatan seminar  Internasional penerapan matematika dibidang statistik dan aplikasinya dan menghadirkan pembicara dari empat negara. Yaitu Jepang, Thailand, Malaisya, dan Indonesia sendiri,” ungkapnya.

Dua Pelaku Pencurian Helm di UMSU Tertangkap

Written by Saputra,Rossy Dalimunthe on .

UMSU, teropongumsu.com - Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menangkap dua pelaku pencurian helm di parkiran UMSU, Kamis, (24/4). Pelaku  mengaku mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN-SU).

Edi Armansyah selaku Satpam UMSU mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada waktu sholat isya. ‘‘Saya selesai sholat isya langsung dipanggil kawan disuruh ke kantor, udah ada pelaku pencurian helm itu,” katanya.

Edi menambahkan bahwa pelaku Pria (belum diketahui kejelasannya) bersama dengan temannya bernama Sania. ‘‘Kami tidak bisa mengetahui nama pencuri pria karena massa langsung megerumuni pos Satpam,” ujar Edi.

Ia juga menambahkan pelaku pencurian helm sudah diincar selama tiga hari setelah ada mahasiswa Fakultas Teknik melaporkan kehilangan helm. ‘‘Kita lihat pelaku dari CCTV dan kami catat nomor plat kendaraannya. Sudah dicari-cari, dikira anak UMSU ternyata bukan anak UMSU. Kebetulan tadi ketemu keretanya diparkiran,” tambahnya.

Pihak Satpam mengamankan pelaku pria di pos Satpam sedangkan pelaku wanita yang masih diduga ikut bekejasama diamankan di ruang Penegak Kedisiplinanan dan dilaporkan kepada polsek Medan Timur untuk segera diamankan dan diproses lebih lanjut sesuai prosedur yang berjalan.

IMM Faperta lakukan Baksos ke anak jalanan dan Panti Asuhan

Written by Akmal on .

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Pertanian (PK-IMM Faperta) Universitas Muhammadiyah Sumatra utara (UMSU) melakukan Bakti Sosial (Baksos) kepada anak-anak jalanan dan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Jl. Kemasyarakatan Helpetia, Minggu (20/4).


David Syukur Sijabat, Ketua Panitia Baksos, mengatakan kegiatan Baksos tersebut sebagai bentuk kepedulian dan keaktifan IMM Faperta. “kita melakukan ini untuk menunjukkan rasa kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang sangat kekurangan, jangan hanya di dalam kampus saja kita aktif di luar juga kita harus menunjukkan bahwa kita juga peduli kepada mereka,” katanya.

Ia juga mengatakan Kegiatan ini dilakuka dengan membagikan nasi bungkus kepada anak jalanan, pengemis, dan para tukang becak yang di dapati di pinggiran jalan. “Kita membagikan nasi bungkus kepada pengemis-pengemis dan pengamen yang ada di jalanan. Kita mulai bergerak dari wilayah Brayan sampai ke jalan Sisinga Mangaraja (SM. Raja), dan kita juga membagikan nasi ini kepada tukang becak,” katanya.

Ia juga menambahkan selain membagikan nasi bungkus ke anak jalan dan pengemis, ia juga membagi-bagikan beras dan alat tulis kepada pihak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah. “Disana kita membagikan buku tulis, pulpen dan beberapa karung beras supaya kita dapat mengurangi beban anak-anak panti,” tambahnya.

Budiman, S.Pd, selaku pimpinan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah mengungkapkan terimakasihnya kepada IMM Faperta atas Kepeduliannya terhadap panti asuhan Putra Muhammadiyah.“Kami sangat berterima kasih kepada PK-IMM Faperta atas kepedulian kepada anak-anak yang ada dipanti asuhan Putra Muhammadiyah, semoga apa yang telah di berikan menjadi berkah buat kami dan mendapat balasan dari ALLAH SWT,” ungkapnya.

Peringati Hari Bumi, Mapala Lestarikan Bumi

Written by Tia, Ika on .

UMSU,teropongumsu.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Memperingatan hari Bumi pada tanggal 22 April dengan menanam dan merawat pohon.


Dalam memperingati hari Bumi Mapala lakukan penanaman pohon, pencabutan paku dan pembersihan spanduk serta aksi teatrikal yang menyuarakan tentang pelestarian bumi. Dalam rangka mengembalikan kesadaran mahasiswa maupun kalangan yang ada di UMSU tentang perlunya perawaatan bumi. “Mengingat bumi saat ini sudah tua dan sudah sangat rusak jadi di sini kita melakukan suatu aksi yaitu upaya untuk pelestarian bumi,” kata Irfan Ketua Mapala UMSU, saat diwawancarai di Sekretariat Mapala, Selasa (22/4).

Irfan juga mengatakan dalam kegiatan penanaman pohon ini juga melibatkan Melibatkan Mahasiswa UMSU. “Penanaman pohon tidak hanya dilakukan oleh seluruh anggota mapala tetapi juga melibatkan mahasiswa UMSU. Pada penanaman kita sudah mencoba melibatkan mahasiswa-mahasiswa kampus agar mereka mempunyai rasa tanggung jawab untuk melindungi dan melestarikan pohon tadi. Jadi semua bisa merawat bukan hanya tugas dari kita mapala saja,” katanya.

Selanjutnya, aksi cabut paku dan pembersihan spanduk. Seperti yang kita ketahui paku-paku dan spanduk yang menempel pada pohon dapat memperlambat perkembangan bahkan merusak dan mengakibatkan pohon itu mati. “Kita Ibaratkan seperti manusia sendiri, apabila diikat dan di paku maka kita akan merasa tersiksa, itu lah yang dirasakan pohon itu sendiri, akan tetapi karena pohon itu tidak bisa bicara jadi kita lah yang harus mengerti,”lanjutnya.

Selain itu, Ia juga menambahkan setelah lakukan penanaman pohon di sekitaran UMSU, pencabutan paku dan pembersihan spanduk di pohon, selanjutnya kita lakukan Aksi teatrikal. “Kalau aksi teatrikal dilakukan dari kampus ke jalanan dan kembali lagi ke Kampus,” tambahnya.

Ia berharap dari aksi-aksi yang dilakukan dapat menyadarkan khalayak umum untuk perlunya merawat bumi. “Seperti yang kita ketahui banyak upaya untuk pelestarian bumi, yang kita lakukan tadi itu usaha mengkampanyekan pentingnya perawatan untuk bumi,” tambahnya.

Peringati Hari Kartini, Mapala UMSU Lakukan Pendakian

Written by Chintia Dewi Sukri on .

UMSU,teropongumsu.com - Anggota Putri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperingati Hari Kartini dengan melakukan upacara di Puncak Gunung Sibayak, Minggu (20/4).


Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA UMSU memperingati Hari Kartini dengan melakukan upacara Kartini di Puncak Gunung Sibayak. Shinta Ayu Wedhari, selaku Koordinator Team mengatakan Mapala UMSU mengirimkan 11 Anggota Putri dari berbagai angkatan untuk melakukan upacara peringatan Hari Kartini. “Kegiatan ini dilaksanakan khusus untuk anggota putri,” katanyanya.

Shinta juga mengungkapkan kegiatan peringatan hari Kartini ini berlangsung pada 19 sampai 20 April. Pendakian dilaksanakan dengan menggunakan kostum wajib kebaya pada saat upacara. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenang kembali perjuangan R.A. Kartini yang memperjuangkan pendidikan bagi wanita. “Jadi, kami ilustrasikan perjuangan beliau lewat pendakian ini,” ungkapnya.

Kontributor dari Trans TV, Ayat Sudrajat Hasibuan beserta reporter dari NET TV juga turut meliput kegiatan kali ini dan disiarkan di stasiun televisi Trans TV, Metro TV dan Net TV.

Selain itu Sri Wulandari, Salah satu anggota team Mapala, menambahkan bahwa kebersamaan pada saat mendaki dengan menggunakan kostum kebaya merupakan hal yang sangat berkesan pada pendakian kali ini. “Kegiatan ini semoga tidak hanya kali ini saja dalam peringatan hari kartini, tetapi juga dapat terus berlanjut untuk tahun berikutnya,” tambahnyanya.

Kerjasama UMSU dan BRI

Written by Nuriandika Fadila on .

UMSU,teropongumsu.com - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) akan bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam pembuatan rekening mahasiswa penerima beasiswa tahun 2014. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor UMSU di ruangan Biro Administrasi Umum (BAUM), Jumat (4/4).


Pihak rektorat akan mengumpulkan mahasiswa penerima beasiswa yang lulus seleksi di Fakultas untuk mendapat sosialisasi pembuatan rekening BRI. Pemakaian BRI sebagai rekening bukan permintaan Universitas, melainkan saran dari Kordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumaera Utara.

“Kopertis menyarankan rekeningnya itu BRI. Terpaksa nanti kita undang kawan-kawan kita yang sudah dinyatakan lulus dari Fakultas itu, kita jumpakan dengan BRI untuk membuka rekening. Yang sudah lulus dari Fakultas memenuhi foto copy KTP, nama ibu dan nomor HP yang bersangkutan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan total penerima beasiswa di UMSU untuk tahun 2014 sebanyak 235. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua jenis beasiswa, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) 100 penerima dan Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) sebanyak 135 penerima. Jumlah tersebut disebar ke delapan Fakultas.

Milad BARMAS ke-16 untuk Nuansa Nurani

Written by Vanni, Mikrayana on .

UMSU,teropongumsu.com – Barisan Mahasiswa (BARMAS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) adakan acara Milad ke-16 dengan tema “Refleksi hari lahir Barmas semoga tetap digariskan perjuangan rakyat” di pendopo Hukum UMSU. Acara ini dibarengi dengan pelantikan kepengurusan BARMAS periode 2014/2015.


“Selain acara Milad ini nantinya, akan ada pelantikan kepengurus lama kepengurus baru, dan juga ada pemutaran film selama satu priode kepengurusan sebelumnya.” ungkap Ramadhan Pambudi Ketua Dewan Pimpinan Universitas (DPU) saat di wawancarai, Selasa (1/4).

Ia juga menambahkan untuk kedepannya Barmas tetap berjuang dengan hati nurani di garis-garis perjuangan rakyat sesuai visi misi terdahulu. “Dari dulu Barmas gak pernah muluk-muluk, memang tetap dengan tujuan mencerdaskan rakyat dengan tujuan memberikan nuansa-nuansa nurani.” tambahnya.

Selain itu Ketua panitia Muhammad Hayub menjelaskan tujuan acara Milad ini, agar teman-teman yang baru bergabung bergerak dan berjuang untuk rakyat. “Sehingga hati nurani mereka bergerak kalau Barmas tidak seperti itu saja, ada kegiatan, sehingga kami membuat tema seperti itu menunjukkan bahwasannya kita berjuang untuk hati nurani dan untuk rakyat.” jelasnya.

Ia berharap agar DPU yang baru lebih maju untuk membuat Barmas lebih aktif lagi. “Mungkin kalau masalah DPU yang baru untuk lebih maju lagi, melihat kebawah dan melihat adik-adiknya yang kurang aktif biar lebih aktif lagi sampai selesai.” harapnya.

PK-IMM Ekonomi Laksanakan Economic Days

Written by Kusmawati on .

UMSU,teropongumsu.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK-IMM) Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) adakan seminar laporan keuangan, sebagai bentuk pertimbangan dalam mengasa wawasan dan sebagai persiapan kelulusan dalam uji kompetensi, Selasa (1/4).


“Mengingat tentang kelangsungan persaingan berkembangnya jaman, dan melihat akan di adakannya uji kompetensi untuk bukti kelulusan, selain itu dengan adanya seminar tersebut dapat membuka wawasan dalam bidang Akuntansi,” ungkap Agus Sani selaku Ketua Panitia Economic Days.

Selain itu ia juga mengatakan dalam Economic Days akan berlangsung dua hari. Hari pertama diisi seminar tentang laporan keuangan akuntansi. “Acara ini akan berlangsung selama dua hari, hari pertama ini yang di isi dengan seminar, dengan pemateri ibu Elizar sinambela SE, M.Si dan ibu Fitriani Saragih SE, M.Si, yang merupakan Dosen UMSU, acara ini membahas tentang konsep-konsep laporan keuangan akuntansi yang dilakukan oleh akuntan,” katanya.

Ia juga menambahkan di hari kedua akan di adakan Olimpiade untuk khusus Fekon, dan Fekon yang ada di Universitas lain. “Acara ini akan berakhir besok, jadi kami besok akan mengadakan olimpiade untuk jurusan ekonomi seperti Akuntansi, Manajemen, Pemasaran, IESP, ataupun untuk semua Program ekonomi pada jurusan Ekonomi, dan tidak menutup kemungkinan acara ini terbuka juga untuk umum, tambahnya,” tambahnya.

Ia berharap agar semua mahasiswa yang mengikuti seminar dapat mewujudkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta dapat bermanfaat dalam dunia kerja. “Harapan saya agar ini semua dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari ataupun dapat bermanfaatkan dibidang dunia kerja dalam kemampuannya sebagai seorang akuntan yang berkompeten,” harapnya.

Tax Center Permudah Bayar Pajak Secara Online

Written by Kusmawati on .

UMSU,teropongumsu.com - Tax Cente merupakan pusat pengurusan Surat Pemberitahuan (SPT) dalam perantaraan dari pemerintah bagi masyarakat agar mempermudah masyarakat luas dalam pembayaran pajak yang telah ditentukan ataupun yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memenuhi kewajibanya sebagai warga negara Indonesia yang baik, Kamis (27/3).


“Tujuan dari Tax center sendiri untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan SPT dan pembayaran kewajiaban pajak yang dilakukan dengan cara online,” ungkap Jasman Syarifuddin Hasibuan, S.E., M.Si. Ketua Prodi Pajak Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Ia juga menjelasskan Tax center terbuka untuk umum dan diresmikan tanggal 24 Februari 2014, bertempat di Fakultas Ekonomi UMSU, dan beberapa Universitas di Kota Medan. “Tax center sendiri bukan hanya ada di UMSU saja tetapi juga ada di lima Universitas lainnya di Medan seperti USU, Harapan, STIE, STINDO dan UMSU. Selain itu Tax Center terbuka untuk umum dan diresmikan pada tanggal 24 Februari 2014 oleh Kanwil Pajak, serta disaksikan oleh Rektor UMSU serta jajarannya,” jelasnya.

Selain itu ia menambahkan Tax center disosialisasikan dengan 3 cara, dan Tax center sendiri bisa dijadikan tempat latihan untuk mahasiswa perpajakan. “Tax center disosialisasikan dengan tiga cara yaitu mengadakan seminar, melakukan go to scool, dan mengadakan lomba per lomba untuk semua kegiatan. Selain itu Tax Center dapat dimanfaatkan menjadi tempat latihan bagi mahasiswa fakultas perpajakan agar mereka mengetahui dari sekarang tentang proses dan cara kerja dalam perpajakan tersebut,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya Tax center di UMSU dapat mempermudah masyarakat untuk memenuhi kewajibanya dalam membayar pajak. “Harapan saya agar masyarakat wajib pajak memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak. Karena bagi yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah berhak dan berkaitan dengan NPWP, tambahnya,” harapnya.

Marshanda Ajak Mahasiswa UMSU Cinta Budaya sendiri

Written by Ayu Widia on .

UMSU,teropongumsu.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IMM-FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), mengadakan Talk Show Budaya dalam acara IMM Smart Sport and Art Competition (IMMSSAC) ke-4 dengan tema “Warisan Budaya sebagai Integral Masa Kini dan Masa Akan Datang”, di Auditorium UMSU, Selasa (25/3).


Jannatun Nisa perwakilan dari dinas pariwisata dan kebudayaan memaparkan sekilas apa itu definisi warisan budaya. “Warisan budaya adalah peninggalan generasi terdahulu yang sampai saat ini masih eksis kita gunakan kita nikmati dan akan kita teruskan pada generasi yang akan datang.” katanya.

Ia juga mengatakan untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia dibutuhkan kesadaran diri sendiri. “Tugas melestarikan itu bukan hanya pemerintah tapi juga kesadaran pada diri kita sendiri. pemerintah disini berupaya untuk melestarikannya,” katanya.

Sebelum Marshanda melangkah ke materi ia menyampaikan sebuah mottonya untuk motivasi kita. “yang pertama, cinta itu bukan kata sifat tapi cinta adalah kata kerja. Kalo kita mau hidup penuh kesedihan penuh kekecewaan, penuh luka, penuh amarah, itu gampang gak usah pakai usaha juga udah jadi.

Sementara itu Marshanda menilai dengan kemajuan teknologi saat ini sudah mempermudah setiap orang untuk menyebarkan kebudayaannya (khususnya Indonesia). “Sangat pesat melihat teknologi yang udah ada jadi sarana untuk menyebarkan budayaan dan untuk mensanding ulang budaya itu udah banyak banget,” katanya.

Marshanda menambahkan Positif negatifnya masuknya budaya Negara luar dengan budaya kita itu sama aja dengan kebudayaan erat dengan Nasionalisme. “Setidaknya kita punya alasan yang kuat untuk bangga dengan kebudayaan kita karena kita pegang teguh itu dalam bentuk apapun,” tambahnya.

Selain itu ia juga memberi motifasi agar hidup kita bahagia, kita membutuhkan usaha dan kemauan dari dalam diri sendiri untuk mendapatkannya. “Tapi kalo kita mau hidup bahagia penuh cinta penuh energy yang positif itu perlu kerja keras pake usaha pasti kita bisa. Dan perubahan positif dalam hidup kita itu bukan butuh waktu supaya bisa terjadi. Melainkan kemauan dari hati sendiri untuk berubah jadi orang yang lebih baik,” ungkapnya.

Syahrul Amin z.d, Ketua Bidang Dakwah IMM-FKIP mengatakan sangat senang melihat antusiasme mahasiswa UMSU dengan kehadiran Marshanda dalam acara talk show ini. “Cukup luar biasa dan Marsandanya pun begitu ceria untuk melihat anak-anak UMSU, begitu pun anak-anak UMSU juga memberikan samabutan yang ceria terhadap kedatangan Marshanda.” katanya.

Ia juga berharap dengan kehadiran Marshanda dalam acara talk show budaya ini dapat member motivasi kepada mahasiswa UMSU untuk mencintai budaya dan bangga akan budaya sendiri. “Harapannya dengan kedatangan Marshanda di acara IMMSSAC ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa UMSU yang hadir dalam seminar ini, agar terus melestarikan budaya seperti yang dipesankan Marshanda yaitu cintai budaya, baru kita bangga” harapnya.

Peran Penting Pendidik dalam Kemajuan Kebudayaan

Written by Wahyu Saddam Husin, Saputra on .

UMSU,teropongumsu.com - Peran guru terhadap pendidikan dan kebudayaaan harus ditingkatkan, dengan keamjuan teknologi peran guru atau calon guru dapat membimbing untuk memilih kebudayaan yang benar-benar di Indonesia, Selasa (25/3).


Andriani Marshanda mengatakan dalam kemajuan teknologi saat ini, sangat dibutuhkannya peran para pendidik (guru dan dosen) untuk membimbing generasi muda ini agar dapat memfilter mana yang baik dan buruk sesuai dengan kebudayaan Indonesia. “Bagaimana para pelaku-pelaku pendidik untuk bisa mengajak para anak-anak masih belajar dari SD,SMP,SMA Sampai Kuliah untuk bisa memilah-milah supaya bisa memfilter sesuai dengan kebudayaan Indonesia,” katanya saat dijumpai seusai mengisi acara di UMSU.

ia juga mengungkapkan seharusnya para pendidik lebih memperhatikan masalah-masalah yang terjadi pada siswanya dengan temanya, karena sangat berpengaruh kepada psokologisnya. “Dulu waktu aku dibuli, mungkin pada saat itu guru-gurunya belum pada paham dan belum tahu bagaimana cara menghadapinya. Jadi tidak ada support dari guru-gurunya, bahkan ada guru-gurunya pada ikutan,” ungkapnyanya.

Selain itu Marshanda juga memberikan masukan kepada calon-calon guru untuk tidak hanya mengajarkan dan mengasuh kepada siswa-siswa agar yang diajarkan tidak hanya sebagai pengajaran biasa namun di terapkan. “Yang pasti penting untu calon guru-guru sebagai individu-indinidu yang tidak hanya mengajarkan dan mengasuh, dalam arti memberikan suatu pemahaman para anak-anak yang diajarkan guru nanti tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri namun dapat diterapkan dalam kesehariannya,” tambahnya.

Pers Mahasiswa

Suara USU - Universitas Sumatera Utara